Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Ini wujud megah Kampus Apple berbentuk UFO di California

Selasa, 7 Februari 2017 12:01:59 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim
Ini wujud megah Kampus Apple berbentuk UFO di California. Kampus Apple yang merupakan ambisi mendiang Steve Jobs ini dilengkapi berbagai fasilitas dan fitur-fitur untuk mengedukasi penghuninya agar menghargai lingkungan.
Pandangan udara menunjukkan suasana Kampus Apple 2 yang sedang dalam tahap pembangunan, di Cupertino, California, pada 13 Januari 2017. Kampus Apple yang merupakan ambisi mendiang Steve Jobs ini dirancang oleh Norman Foster dengan desain mirip pesawat ruang angkasa atau UFO.

Tingkatkan SDM, Presiden Jokowi minta program beasiswa dioptimalkan

Selasa, 7 Februari 2017 16:10 Reporter : Supriatin
Joko Widodo. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta investasi di sektor sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan. Hal ini mengingat, kompetisi di era globalisasi semakin ketat.
"Untuk itu saya ingin menekankan bahwa investasi di bidang SDM termasuk melalui pemberian beasiswa perguruan tinggi, pendanaan riset merupakan investasi yang sangat penting bagi negara kita untuk maju di masa yang akan datang," ungkap Jokowi di Jakarta, Selasa (7/3).
Dia menambahkan, di tahun 2020 hingga 2030, Indonesia diprediksi mendapat bonus demografi. Dengan demikian, sekitar 13 tahun mendatang Indonesia memiliki banyak SDM yang produktif.
"Dan untuk menyambut bonus demografi tersebut, pemerintah akan bekerja lebih fokus lagi. Bukan hanya pada upaya menghadirkan pemerataan akses pendidikan dasar dan menengah yang seluas-luasnya bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya dari kalangan yang tidak mampu tetapi juga pada upaya membuka kesempatan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui optimalisasi pemberian beasiswa LPDP," jelas Jokowi.
Hal penting lain yang perlu disiapkan pemerintah adalah peningkatan kualifikasi pendidikan tinggi di Tanah Air. Jokowi mengingatkan, hingga saat ini, kualifikasi pendidikan Indonesia masih kalah dari Malaysia.
"Kualifikasi pendidikan tinggi di indonesia hanya 7,2 persen dari angkatan kerja. Bandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 20,3 persen atau negara-negara OSCD (Organisation for Economic Co- operation and Development) sebesar 40,3 persen," imbuhnya.
Di samping itu, lanjut dia, jumlah insinyur per satu juta penduduk Indonesia hanya mencapai 2.671 lebih rendah dari Malaysia yang menyentuh angka 3.333. Sementara Vietnam sudah menyentuh angka 9.037 dan Korea Selatan sebanyak 25.309.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, selama ini LPDP sudah mengelola sebagian alokasi dana pendidikan dari APBN dalam bentuk beasiswa untuk menempuh pendidikan S2 maupun S3. LPDP sudah menyalurkan beasiswa kepada 16.295 orang yang terdiri dari 8.406 beasiswa dalam untuk negeri dan 7.889 penerima beasiswa luar negeri.
"Namun perlu saya ingatkan dalam investasi pembangunan SDM ini harus betul-betul fokus, tepat dan harus betul-betul terarah. Untuk itu saya minta program LPDP baik program beasiswa pendanaan riset maupun rehabilitasi pelayanan infrastruktur pendidikan untuk lebih dipotimalkan lagi," ucapnya.

Antusiasme gadis cantik China kuliah akting biar terkenal

Rabu, 8 Februari 2017 15:31:49 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim
Antusiasme gadis cantik China kuliah akting biar terkenal. Beberapa tahun terakhir, obsesi untuk menjadi terkenal kian meningkat di China. Kuliah akting dianggap menjadi salah satu jalan pintas untuk menjadi bintang atau selebritis.
Liu Yitong tak ragu menunjukkan bakatnya di hadapan awak media sebelum menjalani tes awal di Beijing Film Academy, Beijing, China, Rabi (8/2). Beberapa tahun terakhir, obsesi untuk menjadi terkenal kian meningkat di China. Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme pelajar di berbagai provinsi China untuk mengikuti program studi akting di berbagai perguruan tinggi seni, salah satunya Beijing Film Academy.

Status sekolah diambil Pemprov, guru di Bekasi digaji Rp 1,5 juta

Senin, 13 Februari 2017 12:36 Reporter : Adi Nugroho
Demo guru Honorer. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Merdeka.com - Ratusan guru honorer di SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, menuntut pindah status menjadi pegawai kontrak di wilayah setempat. Sebab, sejak sekolah diambil alih kewenangannya oleh provinsi, gaji yang diterima jauh lebih rendah.

"Ketika kewenangan masih di Pemerintah Kota Bekasi, honor yang saya terima sekitar Rp 2,05 juta setiap bulan. Itu pada tahun 2016," kata staf Tata Usaha di SMA Negeri 7, Kota Bekasi, Nurul Hidayat kepada merdeka.com, Senin (13/2).

Ia mengatakan, ketika kewenangan pindah ke Pemerintah Provinsi, Jawa Barat, pada 2017 otomatis status kepegawaiannya menjadi honor. Adapun, honor yang diterima sebesar Rp 60.000 sehari.

"Kalau sebulan tinggal hitung saja, Rp 1,5 juta. Kalau enggak masuk dipotong," kata dia.

Lebih ironis lagi ialah tenaga pengajar. Sebelumnya, guru kontrak digaji Rp 2,05 juta pada 2016. Namun, ketika kewenangan pindah ke provinsi, guru non PNS digaji Rp 75.000 per jam. Adapun, selama sebulan dibatasi maksimal 10 jam.

"Sebulan itu gaji kami sebesar Rp 750.000," ujarnya.

Karena itu, ratusan guru maupun staf TU meminta kembali menjadi pegawai di bawah naungan pemerintah Kota Bekasi. Apalagi, saat ini nilai honor dan tunjangan setara dengan upah minimum sebesar Rp 3,6 juta.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, pihaknya meminta kepada guru dan staf TU untuk membuat surat pernyataan. Pilihannya tetap menjadi pegawai provinsi dan pemerintah Kota Bekasi.

"Kalau mau menjadi pegawai pemkot Bekasi, akan ditempatkan di sekolah dasar, menengah pertama, atau dinas," kata Inay.

Inay mengakui terdapat perbedaan honor antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov Jawa Barat. Menurut dia, untuk guru diberikan honor sebesar Rp 75.000 per jam, sedangkan staf TU Rp 60.000 sehari.

"Kalau pegawai kontrak di Kota Bekasi saat ini setara dengan UMK sebesar Rp 3,6 juta. Guru dan staf TU yang statusnya menjadi pegawai honor sekitar 478 orang," kata Inay. [rhm]

Belanda kirim menteri ke RI buat kerja sama pendidikan dan budaya

Senin, 13 Februari 2017 20:51 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
menteri pendidikan dan budaya belanda. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta
Merdeka.com - Pemerintah Belanda menggodok benar kerja sama di bidang pendidikan dan budaya dengan Indonesia. Saking seriusnya kerja sama di bidang ini, Belanda sampai mendatangkan langsung Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker ke Indonesia.

Kedatangannya bertujuan untuk mengintensifkan kerja sama di bidang budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah membuka kursus bahasa asing tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

"Tujuan saya datang ke Indonesia untuk mengintensifkan kerja sama di bidang budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kita sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman mengenai hal ini tahun lalu bersama Menteri Pendidikan dan Budaya Muhadjir Effendi," serunya saat ditemui di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda untuk Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Pagi tadi, Bussemaker melakukan pertemuan dengan Mendikbud dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir di gedung Kemenristek Dikti, Jakarta. Dia juga sempat menandatangani nota kesepahaman di bidang pendidikan kejuruan.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol menuturkan, pendidikan kejuruan sangat penting. Hal tersebut sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan.

Dengan adanya penandatanganan di bidang pendidikan ini, kerja sama antara Indonesia dan Negeri Kincir Angin semakin erat. Diharapkan hubungan kedua negara semakin dekat. [pan]

15 Dus buku hibah Kemendikbud mangkrak di pos satpam Pemkab Tabanan

Rabu, 15 Februari 2017 15:18 Reporter : Gede Nadi Jaya
Buku bantuan menteri membusuk di pos satpam. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya
Merdeka.com - Sebanyak 15 dus buku bantuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi pendidikan anak usia dini dibiarkan terbengkalai di pos Satpam Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali. Ironisnya, bantuan itu justru sudah berada di pos itu sejak tahun lalu.

Padahal, buku panduan semestinya dimanfaatkan buat tahun ajaran 2017. Kadisdikpora Kabupaten Tabanan, I Wayan Adnyana, berdalih tidak tahu akan hal itu. Dia menyatakan tidak mendapat laporan soal kiriman bantuan buku.

"Saya mau cari tahu, kenapa tidak disampaikan dan tetap dibiarkan diam di pos satpam. Apalagi sudah tiba sejak tahun lalu," kata Adnyana.

Menurut Adnyana, jika bantuan itu diketahui, maka seharusnya segera dikirimkan kepada anak didik.

"Jadi saya mau luruskan nanti, saya akan panggil Kabid yang menangani. Ini urusannya ada di Kabid. Nanti kita tanya Kabid-nya dulu. Tentunya ini ada kaitannya kenapa tidak dikontrol Kabidnya oleh kadis," ujar Adnyana. [ary]

Stephen Hawking galang dana buat mahasiswa Palestina

Kamis, 16 Februari 2017 07:19 Reporter : Pandasurya Wijaya
Stephen Hawking. © Theguardian.com
Merdeka.com - Fisikawan paling berpengaruh dunia saat ini asal Inggris, Stephen Hawking meminta kepada pengikutnya di media sosial Facebook yang berjumlah lebih dari 3,8 juta orang untuk ikut serta membantu Sekolah Fisika Lanjutan di Palestina dalam acara rangkaian kuliah umum bagi mahasiswa master di Tepi Barat.

Harian Haaretz melaporkan, Rabu (15/2), Hawking tahun lalu pernah menggelar kuliah umum di bidang fisika yang diikuti para ilmuwan Inggris, Amerika dan Yordania.

Di laman Facebooknya, Hawking menggalang kampanye pengumpulan dana bagi sekolah Palestina itu.

"Saya mendukung hak para ilmuwan di mana pun untuk berkarya, menerbitkan publikasi dan berkolaborasi," tulis Hawking.

Empat tahun lalu Hawking pernah membuat para pengacara Israel marah lantaran dia membatalkan kedatangan sebuah konferensi di Negeri Bintang Daud dalam acara perayaan ulang tahun ke-90 mantan Presiden Shimon Peres.

Pada saat itu Hawking mengatakan kebijakan politik Israel terhadap Palestina bisa memicu bencana.

Dinas Pendidikan DKI temukan tempat les bahasa tak berizin

Senin, 27 Februari 2017 23:34 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Sidak tempat les di Jakarta. ©2017 Merdeka.com
Merdeka.com - Suku Dinas (Sudin) Pendidikan wilayah satu Jakara Timur melakukan sidak ke beberapa lembaga pendidikan. Hasilnya, petugas menemukan satu tempat les bahasa di kawasan Cipinang Indah diketahui tak berizin alias bodong.

Ketua tim Monitoring Sudin Pendidikan wilayah I Jakarta Timur, Uceng J mengatakan, kedatangan tim sekaligus melakukan penataan terhadap lembaga pendidikan. Ini perlu dilakukan guna mengetahui izin lembaga tersebut. "Untuk lembaga pendidikan ini, menurut data di Sudin belum ada datanya," kata Uceng kepada wartawan, Senin (27/2).

Ketika diminta mengenai surat izin, kata dia, ada saja dalih dari pengelola tempat les bahasa tersebut. Pengelola selalu melempar tanggung jawab dan beralasan atasannya tak berada di tempat sejak lama.

"Alasannya surat izin lagi diproses. Ditanya ke mana atasannya, bilangnya sedang keluar. Malah saya disuruh kembali besok," ujarnya.

Pihaknya mengkhawatirkan lembaga bahasa tersebut mengeluarkan sertifikat fiktif atau bodong tidak terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Paud dan Pendidikan Non Formal. [ang]

Potret teladan nenek-nenek di India semangat menimba ilmu

Selasa, 7 Maret 2017 05:01:00 Reporter : Nanda Farikh Ibrahim
Potret teladan nenek-nenek di India semangat menimba ilmu. Nenek-nenek di Desa Fangane ini tak kenal usia dalam bersekolah. Mereka rela meluangkan waktunya untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung demi terbebas dari buta aksara.
Sheetal Prakash (30) mengajar sejumlah nenek di Sekolah Aajibaichi Shaala, Desa Fangane, India, pada 15 Februari 2017. Aajibaichi Shaala bukanlah sekolah biasa. Sekolah ini mendidik para perempuan lanjut usia. Itulah sebabnya Aajibaichi Shaala dikenal sebagai 'Sekolah Nenek'.

Universitas Sebelas Maret dirikan museum untuk kenang sejarah kampus

Rabu, 8 Maret 2017 10:06 Reporter : Arie Sunaryo
Ilustrasi belajar. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/donatas1205
Merdeka.com - Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, berencana mendirikan museum yang akan menjadi pusat koleksi kesejarahan kampus tersebut. Menurut rencana, museum akan diresmikan pada saat dies natalis ke-41, 11 Maret mendatang. Ruangan yang digunakan berada di gedung perpustakaan lantai 7 kompleks Kampus UNS.

Ketua Museum UNS Prof Sahid Teguh Widodo mengatakan, museum nanti akan dilengkapi dengan informasi dan sejarah serta data kesejarahan dan kebudayaan UNS. "Jadi mulai dari sejarah nama dan proses berdirinya serta barang-barang bersejarah bagi UNS," jelas Sahid, Rabu (8/3).

Menurut Sahid, barang-barang bersejarah yang disimpan dalam museum tersebut merupakan koleksi antara tahun 1952 hingga 1980. Di antaranya foto-foto kampus hingga sejarah berdiri dan nama UNS.

"Ada mesin ketik kuno yang digunakan rektor sebelum menjadi Kampus UNS. Ada juga piala-piala serta alat-alat olahraga lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, menurut sejarah, UNS merupakan gabungan dari 15 Perguruan Tinggi (PT). Di antaranya IKIP Surakarta, Sekolah Tinggi Olahraga (STO), PTPN veteran cabang Surakarta, Universitas Nasional Saraswati.

"Semuanya itu berdiri sejak tahun 1950-an. Hingga akhirnya tahun 1976, digabung menjadi satu yakni Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret atau disingkat UNS," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, nama tersebut berubah dengan terbitnya Surat Keterangan (SK) baru tahun 1980 menjadi Universitas 11 Maret, dengan singkatan tetap UNS.

"Koleksi alat-alat olahraga dan piala-piala mulai tahun 1965 hingga 1969 merupakan koleksi dari STO. Tapi sayangnya kami kehilangan komputer huruf Jawa, padahal itu salah satu benda bersejarah juga," katanya.

Ketua Devisi Konservasi dan Narasi Museum UNS, Dr Susanto menambahkan gagasan pendirian Museum UNS tersebut berdasarkan pandangan pentingnya upaya pengumpulan, pengamanan dan pemaparan kembali artefak kesejarahan UNS.

"Ini sekaligus juga sebagai monumen respektabilitas berbagai perguruan tinggi yang melebur menjadi UNS," pungkasnya. [eko]